Mengenal Bagian Pada Apar Beserta Fungsinya

Ada dua model dasar alat pemadam kebakaran portabel yaitu : store-pressure dan cartridge-operated. Sesuai dengan namanya, store-pressure extinguisher shell menahan agen pemadam dan gas bertekanan untuk mengeluarkan agen tersebut. Dalam alat pemadam yang dioperasikan dengan kartrid (cartridge-operated extinguisher), bahan pemadam disimpan pada tekanan atmosfer (atmospheric pressure).

gambar bagian apar
                        Mengenal Bagian Pada Apar Beserta Fungsinya

Alat pemadam jenis ini tidak menjadi bertekanan hingga kartrid gasnya bocor, yang melepaskan gas pengisi daya ke dalam selubung pemadam (extinguisher shell). Stored-pressurized hand-held portable fire extinguisher memiliki enam bagian dasar

Kebanyakan alat pemadam api portabel genggam memiliki enam bagian dasar.

Bagian Apar dan fungsinya antara lain, yaitu

  • Tabung silinder atau wadah yang menampung bahan pemadam
  • Sebuah pegangan pembawa
  • Nozzle atau horn
  • Rakitan katup pemicu (trigger) dan pelepasan (discharge)
  • Mekanisme penguncian untuk mencegah pelepasan yang tidak disengaja
  • Indikator tekanan (manometer)

Tabung Silinder

Bagian tabung apar yang disebut silinder, berfungsi menampung bahan pemadam. Nitrogen, udara terkompresi, atau CO2 dapat digunakan untuk menekan silinder untuk mengeluarkan zat tersebut. Alat pemadam api bertekanan tersimpan (stored-pressure) menahan baik bahan pemadam, dalam bentuk basah atau kering, dan gas ekspeller di bawah tekanan dalam silinder. Alat pemadam api kartrid / silinder mengandalkan kartrid eksternal dari gas bertekanan, yang dilepaskan hanya saat alat pemadam akan digunakan.

Handle Pegangan

Bagian apar handle atau pegangan digunakan untuk membawa alat pemadam api portabel dan, dalam banyak kasus, untuk mengosongkannya selama digunakan. Desain pegangan yang sebenarnya bervariasi dari model ke mode, tetapi semua alat pemadam yang beratnya lebih dari 1.3 kg memiliki pegangan. Dalam banyak kasus, pegangan terletak tepat di bawah mekanisme pemicu

Nozzle atau Horn

Bagian apar nozzle berfungsi untuk mengeluarkan hahan pemadam. Pada beberapa alat pemadam, nozzle dipasang langsung ke rakitan katup di bagian atas alat pemadam. Pada model lain, nozzle berada di ujung selang pendek.

Alat pemadam busa memiliki aspirating nozzle khusus yang memasukkan udara ke dalam bahan pemadam, sehingga menghasilkan busa. Alat pemadam karbondioksida memiliki tanduk tubular atau kerucut, yang sering dipasang di ujung selang pendek.

Trigger (Pemicu)

Bagian Apar Pemicu adalah mekanisme yang dipencet atau ditekan untuk mengeluarkan zat pemadam. Dalam beberapa model, pemicunya adalah tombol yang ditempatkan tepat di atas pegangan. Namun, pada sebagian besar alat pemadam kebakaran portabel, pemicunya adalah tuas yang terletak di atas pegangan. Untuk melepaskan bahan pemadam, operator mengangkat alat pemadam dengan gagangnya dan secara bersamaan menekan tuas pelepasan.

Bagian dari tabung Apar Model kartrid biasanya memiliki urutan pengoperasian dua langkah. Pertama, pegangan atau tuas didorong untuk memberi tekanan pada agen penyimpanan; kemudian mekanisme tipe pemicu yang tergabung dalam rakitan nozzle digunakan untuk mengontrol pembuangan.

Mekanisme Penguncian

Bagian apar mekanisme penguncian adalah perangkat pelepas cepat sederhana yang mencegah pelepasan zat pemadam secara tidak sengaja. Bentuk mekanisme penguncian yang paling sederhana adalah still pin, yang dimasukkan melalui lubang di pelatuk untuk mencegahnya tertekan. Pin tersebut biasanya memiliki cincin di ujungnya sehingga bisa dilepas dengan cepat.

Pengikat plastik khusus, yang disebut segel tamper, digunakan untuk mengamankan pin. Segel tamper dirancang agar mudah pecah saat pin ditarik. Melepas pin dan segel tamper paling baik dilakukan dengan gerakan memutar. Segel tamper memudahkan untuk melihat apakah pemadam telah digunakan dan tidak diisi ulang. Ini juga membuat orang enggan bermain atau mengutak-atik pemadam.

Indikator Tekanan (Manometer)

Bagian apar manometer adalah atau indikatorr pengukur tekanan yang menunjukkan apakah pemadam tekanan yang disimpan memiliki tekanan yang cukup untuk beroperasi dengan benar. Seiring waktu, tekanan dalam alat pemadam bisa hilang. Memeriksa manometer terlebih dahulu akan memberi tahu Anda apakah alat pemadam tersebut siap digunakan

Indikator tekanan bervariasi dalam hal desain dan kecanggihan. Kebanyakan alat pemadam menggunakan pengukur jarum. Tekanan dapat ditampilkan dalam pound per inci persegi (psi) atau pada skala tiga langkah (terlalu rendah, kisaran tepat, terlalu tinggi). Pengukur tekanan biasanya diberi kode warna, di mana area hijau menunjukkan zona tekanan yang tepat. APAR CO2 tidak memiliki indikator atau pengukur tekanan (manometer), melainkan diberi bobot untuk menentukan agen yang tersisa.

Beberapa alat pemadam api sekali pakai yang ditujukan untuk penggunaan di rumah memiliki indikator tekanan yang lebih sederhana lagi, yaitu pin plastik yang terpasang di dalam silinder. Menekan pin menguji tekanan di dalam alat pemadam. Jika pin muncul kembali, pemadam memiliki tekanan yang cukup untuk dioperasikan, jika tetap tertekan, tekanan telah turun di bawah level yang dapat diterima (standar).